Dunia Pendidikan Berduka

Posted by Reikson Panjaitan on Saturday, 3 February 2018

Dunia Pendidikan Berduka atas meninggalnya Bapak Ahmad Budi Cahyono

Melalui blog ini saya mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada Keluarga atas meninggalnya Bapak Pak Ahmad Budi Cahyono seorang guru SMAN 1 Torju Kab. Sampang, yang meninggal dianiaya oleh salah seorang muridnya. Dan menurut saya ini Dukacita Pendidikan. Dan melalui blog ini saya berpesan kepada murid, siswa, dan anak didik saya, atau siapapun yang pernah menjadi murid/siswa khususnya yang sedang jadi murid atau siswa, hargailah gurumu, hormati gurumu. Sebelum kamu kesal kepada gurumu atau "membenci" gurumu merenunglah sejenak, "Tanpa GURU, Siapakah Aku?".

Muridku, Jangan Kau Ambil Nyawaku
Karya: @cecepgaos Cecep Gaos

Muridku...
Gajiku memang kecil. Tapi itu tak menghalangiku tuk memberikan yang terbaik untukmu. Sepenggal waktu yang kuambil dari keluargaku telah kuberikan padamu. Sekeranjang cinta yang kubawa dari rumahku, telah ku sajikan untukmu. Sekotak kasih sayang yang kucuri dari istriku telah kupersembahkan untukmu.

Muridku...
Mungkin kau tersinggung dengan teguranku. Bisa saja hatimu terluka oleh ucapanku. Jiwamu pun tercabik oleh lisanku. Jika memang seperti itu, maafkanlah aku.

Tapi muridku...
Semua itu, aku lakukan sebagai bukti cintaku padamu. Itu semua bentuk kasih sayang yang bisa kuberikan. Seperti cinta dan kasih sayang orangtuamu padamu, yang selalu mengharapkan anaknya berakhlak dan berilmu.

Muridku...
Jangan kau ambil nyawaku. Keluargaku di rumah sedang menungguku. Istriku yang sedang mengandung buah hatiku, sedang berharap cemas menanti kehadiranku. Ia mengharapkan kedatanganku, tuk membawa pulang sekeranjang cinta dan sekotak kasih sayang yang kucuri darinya untukmu.

Muridku...
Kini ku hanya bisa menatap istriku dari jauh, tanpa ku mampu mengusap linangan air matanya. Ku hanya bisa melihat kesedihannya yang mendalam, tanpa ku mampu memeluknya. Ku hanya bisa memandangi perutnya yang mulai membesar dengan penuh kegetiran, tanpa ku mampu mengusap dan menciumnya.

Muridku...
Kini ku hanya bisa berharap, semoga Tuhan selalu melindungi istri dan calon buah hatiku.

Previous
« Prev Post

Baca Juga Artikel Berikut:

February 03, 2018

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya!